Home >> Not inserted >> SERBASERBI PEMILIHAN WALIKOTA MADIUN

SERBASERBI PEMILIHAN WALIKOTA MADIUN

2008-10-24

Pemilihan Wali Kota Madiun, Bambang-Sugeng Unggul Kamis, 23 Oktober 2008 | 20:17 WIB TEMPO Interaktif, Madiun: Pasangan Bambang Irianto-Sugeng Rismiyanto (Baris) untuk sementara memimpin dalam pemungutan suara pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Kamis (23/10). Pasangan Baris meraih suara 46.665 suara atau 53,2 persen. Sedangkan pasangan Kokok Raya-Suparminto (Komit) urutan kedua meraih 22.785 suara atau 25,9 persen. Sementara itu, dukungan suara yang diraih tiga pasangan yang lain bertaut tipis. Pasangan Gatut Supriyoga-Kus Hendrawan (Gawan) mengumpulkan 7.847 suara atau 8,9 pesen, pasangan Hari Sutji Kusumedi-Hartoyo (Hayo) mengumpulkan 5.025 suara atau 5,7 persen dan Wisnu Suwarta Dewa-Ngedi Trisno (Wangi) mendulang suara sebanyak 5.338 suara atau 6,0 persen. Data perolehan suara itu, menurut anggota Komisi Pimilihan Umum (KPU) Kota Madiun Muhammad Ali Fauzi diperoleh dari perhitungan sementara yang dilakukan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) yakni kecamatan Taman, Kartoharjo, dan Manguharjo serta desk pilkada. "Ini merupakan hasil sementara rekapitulasi dari masi-masing PPK," katanya, Kamis (23/10) malam. Perhitungan ini, kata Fauzi, mendekati data perhitungan yang sebenarnya karena mengacu hasil perhitungan PPK di setiap kecamatan. Apalagi, perhitungan ini juga melibatkan sejumlah saksi dari kelima pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Madiun. "Margin error dibawah lima persen," ujarnya. Perhitungan ini hanya dijadikan gambaran hasil perhitungan Pilkada, dan tidak dijadikan acuan resmi. KPU Kota Madiun tetap mengacu hasil perhitungan secara manual dalam rapat pleno KPU Kota Madiun tanggal 28 Oktober mendatang. Berdasarkan data KPU Kota Madiun jumlah pemilih tetap sebanyak 142.353 sehingga pemilih yang tidak menggunakan hak suaranya sebanyak 54.693 suara atau sekitar 38,4 persen. Tingginya angka golput ni, sudah diprediksikan sejak lama oleh panitia pengawasan pemilihan umum (Panwaslu). Minimnya sosialisasi pemungutan suara menjadi salah satu sebab. Berdasarkan pantauan Tempo, suara golput banyak berada di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang ada di sekitar pasar besar. Kebakaran pasar besar ini juga menjadi alasan pemilih tidak menggunakan hak suaranya. Seperti TPS di Jl Panglima Sudirman, Jambu, Dr Cipto dan Mangga, jumlah pemilih rendah banyak kursi yang kosong selama pemungutan suara. Penyebabnya karena sebagian besar warga yang bermukim di sekitar pasar merupakan pedagang pasar besar Madiun. Mereka tidak menghiraukan pemilihan walikota dan disibukkan memunguti sisa barang dagangan yang masih bisa diselamatkan. Di TPS 7 Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman misalnya, dari 615 jiwa yang terdaftar sebagai pemilih hanya baru 352 yang hadir